Hutan Suci Tenganan Pegringsingan: Kajian Teologi Hindu dalam Pelestarian Alam

Authors

  • I Wayan Lali Yogantara Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Abstract

Penulis : Dr. Drs. I Wayan Lali Yogantara, S.Pd., M.Si.

Jumlah : 277 Halaman

Ukuran : 14.8cm x 21cm

ISBN : 978-623-7112-73-0 (PDF)

Cover : Soft Cover

Penerbit : Jayapangus Press

Alamat : Jl. Antasura Gang Dewi Madri I Blok A/3 Denpasar

Cetakan 1, Mei 2023

Harga: -

Sinopsis :

Buku ini menyajikan sebuah tulisan yang difokuskan pada pembahasan tentang pelestarian hutan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Terdapat tiga pertanyaan utama yang ingin dijawab dalam kajian ini, yaitu: mengapa masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem melestarikan hutan, bagaimana bentuk pelestarian hutan di desa tersebut, dan apa implikasi dari pelestarian hutan di desa tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kajian ini menggunakan tiga teori, yaitu: teori fungsionalisme structural, teori religi, dan teori etika lingkungan ekosentrisme. Data dalam kajian ini dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumen, dan dianalisis dengan teknik data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

Buku ini menunjukkan bahwa latar belakang pelestarian hutan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem meliputi pelestarikan tradisi leluhur, melindungi desa dari ancaman bencana alam, pelestarian sumber air, penyediaan bahan bangunan, bahan obat, bahan pewarna tekstil, bahan upakara yajña, dan penambahan penghasilan warga desa. Bentuk pelestarian hutan di desa tersebut mencakup pelestarian hutan berbasis mitos dan kearifan lokal, penjagaan hutan berdasarkan aturan-aturan adat, penjagaan hutan berdasarkan kesadaran masyarakat, dan pelaksanaan upacara-upacara tertentu.

Implikasi dari pelestarian hutan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem meliputi peningkatan spiritual masyarakat, penguatan ideologi Tri Hita Karana, penguatan teologi Hindu, penguatan hukum nasional tentang pelestarian hutan, penguatan kosmologi Hindu, peningkatan kualitas ekologi hutan, penguatan modal budaya sebagai destinasi pariwisata, dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Akhir dari ini menunjukkan bahwa pelestarian hutan yang dilakukan dengan memperhatikan kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat dapat memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, pelestarian hutan perlu didorong dan dipromosikan sebagai suatu nilai yang penting dalam pembangunan berkelanjutan.

References

Adnyana, I Gede Ade Putra dan Nyoman Alita Udaya Maitri. 2014. “Pelestarian Lingkungan Hidup Berbasis Kearifan Lokal (Local Wisdom) di Desa Tenganan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem” dalam Jurnal Media Komuniksi Geografi Vol. 15 Nomor 2 Desember 2014.

Arimbawa, I Putu Gede. 2017. Penerapan Awig-Awig dalam Pengelolaan Hasil Hutan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Aryandari, Citra. 2010. “Gringsing” Jalinan Estetika-Mitos Ritus Perang Pandan. Jurnal Resital, Vol. 11 No. 2.

Aryandari, Citra. 2012. Ritual Usabha Sambah: Sebuah Babak dalam Kehidupan Masyarakat Tenganan Pegringsingan, Bali. Disertasi (Tidak Dipublikasikan). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Astiti, Tjok. Putra. 2007. “Awig-awig sebagai Sarana Pelestarian Lingkungan Hidup” dalam Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Denpasar: UPT Penerbit Universitas Udayana Bekerja sama dengan Pusat Kajian Lingkungan Hidup UNUD.

Astra, I Gede Semadi (Ed). 2004. Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Memperkokoh Jatidiri Bangsa dalam Politik Kebudayaan dan Identitas Etnik. Denpasar: Fakultas Sastra UNUD dan Balimangsi Press.

Atmadja, Nengah Bawa. 2017. Bali Pulau Banten Perspektif Sosiologi Komodifikasi Agama. Denpasar: Pustaka Larasan.

Begon, M., J.L. Harper, and C.R. Townsend. 1990. Ecology: Individuals, Populations and Communities. Oxford: Blackwell.

Chodak, E. 2020. The Organication Of Nature Consercation In State-Owned Forest In Poland And Expectations Of Polish Stakeholders. Forest, 11 (8), 12-15.

Coutts at al. 2019. Forestry Policy, Conservation Activities, And Ecosystem Services In The Remote Misuku Hills Of Malawi. Forests, 10 (12) 1-28.

Dalem, A.A.G. Raka, et al. (ed). 2007. Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Denpasar: UPT. Penerbit Universitas Udayana Bekerjasama dengan Pusat Kajian Lingkungan Hidup UNUD.

Darusman, D. 1981. Pengantar Perencanaan Pembangunan Kehutanan. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Dea, O’. Thomas F. 1985. Sosiologi Agama Suatu Pengenalan Awal. Jakarta: CV Rajawali Bekerjasama dengan Yayasan Solidaritas Gadjahmada.

Desa Tenganan Pegringsingan. Tt. Awig-Awig Desa Tenganan Pegringsingan.

Desa Adat Tenganan Pegringsingan. 2020. Profil Desa Adat Tenganan Pegringsingan.

Dherana, Tjokorda Raka (Ed). 1976. Sekilas tentang Desa Tenganan Pegringsingan. Denpasar: Bagian Penerbitan Fakultas Hukum & Pengetahuan Masyarakat Universitas Udayana.

Djajadiningrat, Surna Tjahja. 2001. Pemikiran, Tantangan dan Permasalahan Lingkungan. Bandung: Aksara Buana.

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan serta Penciptaan Kembali Alam Semesta. Surabaya: Paramita.

Donder, I Ketut. 2017. Unsur-Unsur Sains dan Teknologi dalam Ritual Hindu. Surabaya; Paramita.

Donder dan I Ketut Wisarja. 2011. Teologi Sosial Persoalan Agama dan Kemanusiaan Perspektif Hindu. Paramita: Surabaya.

Douglas M. 1984. Purity And Danger, An Analysis of The Consepts of Pollution and Taboo. London: Ark Paperbacks.

Effendi, Hepni. 2016. Lingkungan dalam Perspektif Kekinian. Bogor: IPB Press.

Elliott at al. 2020. Conservation-Protection Of Forests For Wildlife in the Mississippi Alluvial Valley. Forests, 11 (1), 1-14.

Gunawan, I Ketut Pasek. 2012. Siwa Siddhanta Tattwa dan Filsafat. Surabaya: Paramita.

Goris, R. 1986. Sekte-Sekte di Bali, Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Hadiwardoyo, Al Purwa. 2015. Teologi Ramah Lingkungan Sekilas tentang Ekoteologi Kristiani. Yogyakarta: PT Kanisius.

Indriyanto. 2012. Ekologi Hutan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Jendra, 1999. Veda (Universal, Fleksibel, dan Ilmiah), Denpasar: Krisna Raya Offset.

Irwan, Zoer’aini Djamal. 2018. Prinsip-Prinsip Ekologi Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Irwan, Z.D. 1992. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi: Ekosistem, Komunitas, dan Lingkungan. Jakarta: Bumi Aksara.

Irwan, Zoor’aini Djamal. 2018. Prinsip-prinsip Ekologi Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Iskandar. 2015. Hukum Kehutanan Prinsip Hukum Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dalam Kebijakan Pengelolaan Kawasan Hutan Berkelanjutan. Bandung: Mandar Maju.

Januariawan, I Gede. 2004. Konsep Pelestarian Lingkungan dalam Sastra Agama Hindu dan Penerapannya dalam Masyarakat Bali. Tesis (Tidak Diterbitkan). Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Jendra, I Wayan. 2008. Tuhan Sudah Mati? Untuk Apa Sembahyang (Sebuah Studi Religiofilosofis Brahmawidya). Surabaya: Paramita.

Karmini, Ni Wayan et al. 2019. “Pendidikan Lingkungan Hidup bagi Generasi Melenial pada Era 4.0 (Kasus pengelolaan Hutan di Desa Adat Tenganan)” dalam Dharmasmrti Jurnal Ilmu Agama & Kebudayaan Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019.

Karmini, Ni Wayan. 2020. “Ecotourism Management Based on Local Wisdom in Tenganan Village, Karangasem Bali” dalam International Research Association for Talent Development and Execellence. Vol. 12, No. ls, 2020, 295-310.

Karidewi, et al. 2012. “Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam Pengelolaan Hutan di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali” dalam Majalah Geografi Indonesia MGI Vol. 26, No.1, Maret 2012 (26-45) Fakultas Geografi UGM.

Kashyap, R.L. 2008. Kekuatan Dewa Agni dan Dewa Indra, Surabaya: Paramita.

Kementerian Lingkungan Hidup. 2004. Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup.

Kementerian Lingkungan Hidup Bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Pusat. 2013. Cara Umat Hindu Melindungi & Melestarikan Lingkungan Hidup: Jakarta.

Keraf, A. Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup. Yogyakarta: PT. Kanisius.

Kertiasih, Ni Nyoman. 2018. Mitos Lelipi Selan Bukit di Desa Tenganan Pegringsingan. Denpasar: Udayana Universty Press.

Kimengsi, J.N at al. 2019. What Demotivates Forest Users’ Particivation In Co-Management? Evidence From Nepal. Forests, 10 (6) 1-15.

Krebs, C.J. 1985. Ecology: The Experimental Analisys of Distribution and Abundance, 4th Ed. London: Harper and Row.

Kristiono, Natal. 2017. Pola Kehidupan Masyarakat Adat Desa Tenganan Pegringsingan Balai dalam Jurnal Integralistik, No. 2/ XXVIII, Juli-Desember 2017.

Lauer, Robert H. 2003. Perspektif tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Lestawi, I Nengah. 2020. “The Role of Customary Law in the Forest Preservation in Bali” dalam Journal of Landscape Ecology (2020), Vol:13/No.1.

Liliweri, Alo. 2014. Penganar Studi Kebudayaan. Bandung: Nusa Media.

Magdalena. 2013. “Peran Hukum Adat dalam Pengelolaan dan Perlindungan Hutan di Desa Sesaot, Nusa Tenggara Barat dan Desa Setulang, Kalimantan Timur” dalam Jurnal Kajian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. 10 No.2 Juni 2013, Hal. 110-121.

Mahabella, Lintang Satiti & Arum Septi Riyani. 2013. “Arsitektur Lingkungan Berkelanjutan pada Permukiman Tradisional (Studi Kasus: Desa Tenganan, Bali)”. Artikel Seminar Nasional Semesta Arsitektur Nusantara 2, Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya Malang, 11 – 12 Desember 2013.

Mantik, Agus S. 2009. Bhagavadgita. Surabaya: Paramita.

Marfai, Muh Aris. 2012. Pengantar Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Maruna, M. at al. 2019. The Institutional Structure Of Land Use Planning For Urban Forest Protection In The Post-Socialist Transition Environment: Serbian Experiences. Forests, 10 (7).

McGinlay, J., at al. 2020. The Impact Of CIVID-19 On The Management Of European Protected Areas And Policy Implication. Forest, 11 (11), 1-15.

Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Kajian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Muji Sutrisno, Hendar Putranto. 2005. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Mukhtar. 2013. Metode Praktis Kajian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: Referensi (GP Press Group).

Muni Daksa, Acharya Paramananda. 2012. Taru Pramana. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Nagel, P. Julius F. 2011. “Pelestarian Hutan dalam Hubungannya dengan Lingkungan dan Potensi Ekonomi” dalam Proceding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil) Universitas Gunadarma Depok, 18-19 Oktober 2011. Vol. 4 Oktober 2011, hal. 7-13.

Nasruddin. 2013. “Teori Munculnya Religi (Tinjauan Antropologis terhadap Unsusr-unsur Kepercayaan dalam Masyarakat)” dalam Jurnal Adabiyah Vol. VIII Nomor 1/2013.13 (1) 54-65.

Nurrochmat, D.R. 1995. “Wisata Alam dan Kendala Pengembangannya”. Harian Bisnis Indonesia. Jakarta.

Nurkancana, Wayan. 2009. Menguak Tabir Perkembangan Hindu. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Nurrochmat, Dodik Ridho. 2010. Strategi Pengelolaan Hutan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Odum, E.P. 1989. Ecology and Our Endangered Life Support System. Sunderland: Sinaurer.

Ola, O. at al. 2019. Preserving Biodiversity and Ecosystem Services in West Aprican Forest, Watershed, And Wetlands: A Review Of Incentives. Forest, 10 (6).

Pageh, I Made. 2017. Model Revitalisasi Ideologi Desa Pakraman Bali Age Berbasis Kearifan Lokal. Depok: Rajawali Pers.

Pandit Shastri, N.D. 1963. Sedjarah Bali Dwipa, Denpasar: Bhuvana Saraswati.

Pals, Daniel L. 2001. Seven Theories of Religion. Yogyakarta: QALAM.

Pereira, Jose. 2012. Teologi Hindu: Tema, Wacana dan Struktur. Surabaya: Paramita.

Permana et al. 2000. “Perubahan Pola Ruang Tradisional Desa Adat Tenganan Pegringsingan” dalam E-Jornal (Volume 3 Nomor 1, November 2010) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

Perni, Ni Nyoman. 2016. Mandala Suci Wenara Wana di Kawasan Wisata Padangtegal Ubud, Gianyar, Bali (Perspektif Pendidikan Agama Hindu Berbasis Tri Hita Karana pada Komunitas Lokal). Disertasi (Tidak Diterbitkan). Prgram Pascasajana Institut Hindu Dharama Negeri Denpasar.

Peters, Jan Hendrik. 2015. Tri Hita Karana. Denpasar: Udayana University Press.

Pelly, U dan Asih Minati. 1994. Teori-Teori Sosial Budaya. Jakarta: Dirjen Depdikbud.

Phalgunadi, I Gusti Putu. 2012. Sekilas Sejarah Evolusi Agama Hindu. Denpasar: Program Magister (S2) Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia Bekerjasama dengan Penerbit Widya Dharma.

Pitana, I Gde et al. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.

Pramana Putra, Putu Guntur et al. 2018. Strategi Pelibatan Generasi Muda dalam Pengelolaan Pariwisata di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karagasem” dalan Jurnal Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Vol. 5 No. 2, 2018.

Profil Desa Adat Tenganan Pegringsingan. 2020.

Pudja, G. 1984. Sraddha. Jakarta: Mayasari.

Pudja, G. dan Tjokorda Rai Sudharta. 2004. Manawa Dharmasastra. Surabaya: Paramita.

Putra, Putu Guntur Pramana dan Saptono Nugroho. 2018. “Strategi Pelibatan Generasi Muda dalam Pengelolaan Pariwisata di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem” dalam Jurnal Destinasi Pariwisata Vol.5 No. 2, 2018.

Putra, I Nyoman Miarta. 2009. Mitos-Mitos Tanaman Upakara. Denpasar: Manikgeni.

Radhakrishnan, S. 2008. Upanisad-Upanisad Utama. Surabaya: Paramita.

Rahim, Supli Effendi. 1995. Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Pengendalian Erosi Tanah. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Raho, SVD., Bernard. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Kajian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Redi, Ahmad. 2014. Hukum Sumber Daya Alam dalam Sektor Kehutanan. Jakarta: Sinar Grafika.

Ritzer, George-Douglas J. Goodman. 2005. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media.

Runa, I Wayan. 2004. “Sistem Spasial Desa Pegunungan di Bali dalam Perspektif Sosial Budaya”. Disertasi (Tidak Diterbitkan). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sadia, W. dan G. Pudja. 1982. Chandogya Upanisad. Jakarta: Mayasari.

Sadra, I Nyoman. 2008. The Republic of Desa Adat Tenganan Pegringsingan: Sampai Kapan?.

Sanjaya, Wina. 2013. Kajian Pendidikan Jenis Metode dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Sari, Qi Manteb. 2013. Seri Mitologi Tanaman-Binatang & Makhluk Halus. Surabaya. Paramita.

Sartini. 2004. “Menggali Kearifan Lokal Nusantara sebuah Kajian Filsafati” dalam Jurnal Filsafat, Agustus 2004. Jilid 37, Nomor 2.

Satria, I K, et al. 2013. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Denpasar: Widya Dharma (UNHI) Press.

Sedana, I Made. 2017. Ngusaba Bukakak di Desa Giri Mas Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali (Kajian Teo-Ekologi Hindu). Disertasi (Tidak Diterbitkan). Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Senastri, Ni Made Jaya. 2008. Pengelolaan Lingkungan Hidup Berdasarkan Prinsip-Prinsip Kearifan Lokal (Studi di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali). Tesis (Tidak Dipubikasikan). Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Jember.

Sirtha, Nyoman. 2008. Subak: Pertanian Religius, Perspektif Hukum, Budaya, dan Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Soerianegara, I dan A. Indrawan. 1982. Ekologi Hutan Indonesia. Bogor: Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Suardana, IW. 2011. Implementasi Prinsip Pelindungan Hutan dalam Penanggulangan Pekerjaan Ilegal di Kawasan Hutan (Studi Kasus pada Pekerjaan Ilegal di Tahura Ngurah Rai). Tesis (Tidak Diterbitkan). Program Magister Ilmu Hukum Universitas Udayana Denpasar.

Suarjaya, I Wayan. 2010. Analisis Upacara Wana Kertih di Pura Batukaru Desa Wongaya Gede. Surabaya: Paramita.

Suarka, I Nyoman. 2014. Sundarigama. Denpasar: ESBE buku.

Subamia, I Nyoman. 2019. Representasi Mitologi Dewa Indra dalam Perang Pandan pada Upacara Usaba Sambah di Desa Adat Tenganan Pegringsingan Manggis, Karangasem, Bali (Perspektif Teologi Sosial). Disertasi (Tidak Diterbitkan) Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Sudarsini, Ni Nengah. 2017. Aktualisasi Pengelolaan Sampah Sebagai Bentuk Pelestarian Lingkungan di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Tesis (Tidak Diterbitkan). Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Sugiyono. 2008. Metode Kajian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhardana, K.M. 2011. Brahman Eksistensi, Perwujudan dan Sifat-sifat Tuhan Menurut Kitab Suci dan Susastra Hindu Lainnya.Surabaya: Paramita.

Suka, I Ginting. 2012. Teori Etika Lingkungan Antroposentrisme Ekofeminisme Ekosentrisme. Denpasar: Udayana University Press.

Sulfan dan Mahmud, A. 2018. “Konsep Masyarakat Menurut Murtadha Muthahhari (Sebuah Kajian Filsafat Sosial)” dalam Jurnal Ilmu Aqidah. Vol. 4 No. 2, Hal. 269-284.

Sumarjo. 2018. “Eksistensi Awig-Awig dalam Menjaga Harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali” dalam Jurnal Pendidikan Sosiologi, dan Antropologi Vol. 2 No. 1 Maret 2018 Hal. 27-39.

Sumarwoto, O. 1983. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.

Sumunar, Dyah Respati Suryo et al. 2017. “Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan” dalam Jurnal Kajian Humaniora 22 (2), Oktober 2017 Hal 111-124.

Suprayoga dan Tabroni. 2003. Metodologi Kajian Sosial-Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Surayin, Ida Ayu Putu. 2002. Upakara-Upacara Yajña. Surabaya: Paramita.

Suryadarma, I.G.P. 2008. “Peran Hutan Masyarakat Adat dalam Menjaga Stabilitas Iklim: Satu Kajian Perspektif Deep Ecology (Kasus Masyarakat Desa Adat Tenganan, Bali” dalam Jurnal Konservasi Flora Indonesia dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global, 50-56, 2008.

Susanto, P.S. Hary. 1987. Mitos Menurut Pemikiran Mircea Eliade. Yogyakarta: Kanisius.

Tim Penyusun. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Penyusun. 1916. Catur Veda Samhita. Surabaya: Paramita.

Tim Penyusun. 2000. Ṥiwatattwa. Denpasar: Proyek Peningkatan Sarana dan Prasarana Kehidupan Beragama Tersebar di 9 (Sembilan) Kabupaten/Kota.

Titib, I Made. 1996. Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Paramita.

Titib. I Made. 2003. Teologi & Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Udayana, I Dewa Gede Alit. 2009. Tumpek Wariga Kearifan Lokal Bali untuk Pelestarian Sumber Daya Tumbuh-timbuhan. Surabaya: Paramita.

Phalgunadi, I Gusti Putu. 2012. Sekilas Sejarah Evolusi Agama Hindu, Denpasar: Widya Dharma.

Wastawa, I Wayan. 2008. “Konservasi Kawasan Hutan Lindung Batukaru: Perspektif Agama Hindu (Strategi Perlindungan terhadap Hasil-hasil Budaya” dalam Jurnal Pangkaja (Jurnal Ilmiah Agama Hindu) Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Vol. VIII, No. 1, Maret 2008, hal. 5-16.

Watra, I Wayan. 2008. Filsafat Timur. Surabaya: Paramita.

Watra, I Wayan, et al. 2010. Pelestarian Lingkungan Menurut Agama Hindu (Dalam Teks dan Konteks). Surabaya: Paramita.

Whitten, Tony, Et al. 1999. Ekologi Jawa dan Bali. Jakarta: Prenhallindo.

Wiana, I Ketut. 2004. Mengapa Bali disebut Bali?, Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 2006. Menyayangi Alam Wujud Bhakti pada Tuhan. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 2007. Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu. Surabaya: Paramita.

Wirata, Ketut. 2018. Tradisi Desa Bali Kuna Tenganan Pegringsingan Perspektif Hukum Adat Bali. Yogyakarta: Ruas Media.

Wirawan, I Made Adi. 2015. Tri Hita Karana Kajian Teologi, Sosiologi dan Ekologi Menurut Veda. Surabaya: Paramita.

Wiryawan, K.G. 1987. Tri Hita Karana Ekologi Ajaran Hindu. Surabaya: Paramita.

Yoga Segara, I Nyoman. 2020. Manusia Hindu dan Alam. Denpasar: ESBE.

Zain, Alam Setia. 1998. Aspek Pembinaan Kawasan Hutan & Stratifikasi Hutan Rakyat. Jakarta: Rineka Cipta.

Zain, Alam Setia. 2013. Kitab Undang-Undang Agraria dan Pertanahan. Bandung: FOKUSMEDIA.

Zain, Alam Setia. 2019. Perda Povinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Denpasar.

Downloads

Published

15-05-2023

How to Cite

Lali Yogantara, I. W. . (2023). Hutan Suci Tenganan Pegringsingan: Kajian Teologi Hindu dalam Pelestarian Alam. Jayapangus Press Books, i–277. Retrieved from http://book.penerbit.org/index.php/JPB/article/view/1657

Issue

Section

Articles